Selamat Hari Anak

Setiap Anak Punya Peran Peradaban

CAHYALOKA.COM – Judul ini saya ambil dari ucapan Bunda Diena Syarifah, seorang praktisi peta bakat yang menjadi nara sumber dikegiatan rutin kajian orang tua murid Sekolah Alam Kampung Sawah Depok.

Dari sekian uraian keren Bunda Diena, entah mengapa kalimat pada judul itu begitu nyantol di kepala saya. Bahkan jika bisa dianalogikan, ini seperti berteriak di gua besar yang sepi, kalimat yang keluar dari mulut menggaung berulang-ulang dengan sangat ajaib.

Sesungguhnya kalimat ini tidak baru, saya pernah mendengar sebelumnya dari Ustad Hari Santosa dan Bang Aad, saat hadir di acara yang beliau berdua adakan di pusat studi Jepang, Universitas Indonesia.

Saya termenung menjeda saat kalimat itu kembali hadir lewat kajian Bunda Diena. Aah… Meski sudah sering menghadapi anak-anak di rumah, serta berjumpa anak-anak lain dalam berbagai kegiatan mendongeng, kelas literasi anak dan pendampingan sahabat lingkungan, namun rasanya masih saja banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Seberapa jauh kita mengenal anak-anak, sehingga kita mulai menjadi orang yang paling berkuasa atas diri mereka. Kita menitipkan begitu banyak pesan-pesan kehidupan sampai kita lupa sesungguhnya mereka lahir dalam kondisi telah terinstall fitrah kebaikannya.

Quote sekaligus judul diatas adalah semacam alarm pengingat bagi saya, untuk memperlambat sejenak proses pendampingan anak-anak dengan memberikan ruang ‘bebas’ bagi mereka menemukan peran terbaiknya.

Setiap mereka tak pernah ada yang gagal dalam menentukan langkahnya untuk terus belajar. Yang ada adalah ketidaksabaran kita ingin melihat secara instan kesolehan lahiriah dari jiwa-jiwa murni yang sedang berproses.

Mungkin, inilah saatnya mulai menajamkan pengamatan dan pendengaran agar fitrah yang terinstall tumbuh dengan proses yang tepat. Tidak dikarbit, apalagi dipaksakan berdasarkan obsesi masa lalu kita yang tak sempat kita selesaikan.

Duhai ananda, sesungguhnya kelebihan apapun yang kalian miliki saat ini adalah fitrah yang sudah Allah titipkan untuk saling bersinergi satu sama lain.

Maafkanlah ambisi kami yang telah melupakan bagaimana caranya mencintai kalian dengan cinta yang sederhana tanpa paksaan.

Bagi kami (seharusnya) setiap hari adalah hari-hari istimewa bagi kalian.

Selamat Hari Anak untuk semua anak-anak hebat pemangku peran peradaban.

Kota Depok, 23 Juli 2018

[gkw]

 

#literasi

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Kak Galuh dan Bunda Elly Farida

Bersama Bunda Elly Farida, Berjama’ah Seperti Semut

Jargon-jargon seperti Kota Layak Anak, Sekolah Ramah Anak, dan bahkan sampai pada RW Ramah Anak patut diperjuangkan dengan kesungguhan dan kesinergian agar tak hanya terlihat "ramah" sebagai predikat semata tanpa bukti yang mendukung.