Senin , 16 September 2019

Remaja Kota Tangerang Merancang Masa Depan

CAHYALOKA.COM – Masa mencari identitas diri adalah masa yang paling menentukan keberhasilan bagi seorang remaja. Jika ia berhasil, kesuksesan akan menemani di sepanjang kehidupannya. Remaja yang mampu mengenali potensi dirinya sejak awal akan memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini akan menjadi modal yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi disekitarnya.

Namun demikian, gempuran kemajuan zaman sering kali menjadi “pengalih” bagi remaja dalam menemukan identitas diri yang sesungguhnya. Teknologi yang semakin hari semakin terlihat “luar biasa” bagi remaja, pada akhirnya telah menciptakan identitas-identitas “buatan” yang rapuh dan lemah. Tanpa sadar remaja telah digiring secara masal untuk meninggalkan jati diri yang “murni” yang sebenarnya merupakan kunci keberhasilannya dalam menghadapi kehidupan.

Berangkat dari keprihatinan ini, maka sekumpulan pemuda di Tanggerang telah meng-ikrar-kan dirinya, untuk menemani para remaja dalam melewati masa mudanya dengan positif, melalui dibentuknya komunitas Persaudaraan Masyarakat Tangerang (PERMATA). Sebagai hentakan aksi pertama, pada hari Sabtu, 20 Februari 2016, PERMATA berkerjasama dengan Kecamatan Karawaci Kota Tangerang Provinsi Banten, mengadakan Teens Motivation Talk Show yang bertajuk Spirit of Youth untuk para remaja level SMU se-Kecamatan Karawaci Kota Tangerang. Acara talk show ini terbagi dalam dua sesi yang cukup padat, dari pukul  09.00 wib hingga pukul 15.30 wib.

Sesi pertama, dalam pemaparan Blast Generation versus Fast Generation, para peserta diajak oleh Narasumber dari Cahyaloka-Human Resources Development untuk mengenali kembali arti masa muda yang sesungguhnya. Pengenalan jati diri remaja terkait erat dengan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Oleh karenanya pada sesi ini, peserta diajak untuk mengenali masalah-masalah apa saja yang sedang mereka hadapi secara pribadi. Masing-masing peserta diberi kesempatan menganalisa masalahnya  agar dapat diketahui penyebab dan akibatnya secara detail. Hal ini berfungsi untuk melatih peserta “berdialog” dengan dirinya sendiri, yang jika sering dilakukan akan mengasah kepekaan nurani peserta secara otomatis. Kepekaan yang terbentuk akan memudahkan peserta menerima pencerahan. Remaja yang tercerahkan akan mampu menyerap begitu banyak nilai-nilai positif sebagai bekalnya untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Masuk ke sesi selanjutnya, selepas istirahat, peserta kembali dibekali pemaparan My Passion is My Future. Menindaklanjuti konten yang diberikan pada sesi pertama, pada sesi kedua para peserta diajak untuk mengenali passion yang sesungguhnya ada pada dirinya. Kak Galuh yang bertindak sebagai Narasumber dari Cahyaloka, meminta para peserta untuk menuliskan seluruh kegiatan yang disukainya tanpa terkecuali. Dari daftar tersebut, peserta diminta untuk mengkerucutkan lagi menjadi lima kegiatan, dan pada akhirnya hanya pada satu kegiatan saja. Selanjutnya untuk memperkuat arah dan tujuan passion yang telah dipilih, para peserta diminta untuk mengerjakan tes yang mengarahkan mereka pada bakat bawaan yang mereka miliki. Hasil dari tes tersebut, pada sesi ini diolah kembali oleh peserta untuk dibuat rancangannya melalui metode Three Corner to Succes. Metode ini menggunakan tiga pendekatan sebagai dasar untuk merancang sebuah keberhasilan menjalankan passion yang dipilih. Tiga pendekatan itu terdiri dari competency (kompetensi), performance (performa), dan reward (imbalan). Pada pendekatan kompetensi, peserta diminta memastikan sekali lagi passion yang telah terpilih berdasarkan pertimbangan dari daftar kegiatan yang disukai dan juga hasil tes sebelumnya. Setelah menemukan dengan pasti, melalui pendekatan performa peserta diminta untuk merancang aksi nyata yang akan dilakukannya kedepan. Pada akhirnya, untuk menyemangati keseluruhan rencana yang telah dibuat, melalui pendekatan imbalan, peserta diminta untuk menuliskan imbalan atau targetan yang ingin dicapai atas aksi nyata terhadap passion yang akan dilakukannya nanti.

Setelah peserta memiliki perencanaan yang baik terhadap masa remajanya, sebagai penutup mereka diajak untuk membentuk sebuah team work yang solid dimanapun mereka berada melalui pendekatan Talent Management. Kesadaran tentang pentingnya menjadi sukses secara bersama-sama akan membentuk sebuah paradigma berbagi, sehingga mereka akan tumbuh menjadi remaja yang peduli. Ke-sinergian potensi-potensi yang dimiliki oleh masing-masing remaja akan menjadi formula yang sangat dahsyat untuk membentuk sebuah peradaban yang mulia.

Usai sudah kegiatan untuk para remaja se-Kecamatan Karawaci dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan hadiah bagi ulang tahun Kota Tangerang yang ke-23 kepada para remaja se-Kota Tangerang. “Viva Remaja Kota Tangerang! Pada tangan anda kota ini akan menjadi kota yang bermartabat!” [gkw]

 

#Parenting

 

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Prof. Terry Mart

Guru Besar Ilmu Fisika Universitas Indonesia, Prof. Terry Mart, Beri Sambutan Launching Buku Petualangan di Hutan

CAHYALOKA.COM – Keprihatinan akan rendahnya minat baca di Indonesia merupakan titik awal dari perjalanan gerakan …

WhatsApp Kami