Selasa , 27 September 2022
parenting

Seni Mengasuh Anak Dengan Bahagia

CAHYALOKA.COM – Kali ini tema itulah yang diangkat menjadi isu utama workshop yang diselenggarakan oleh Rumah Cahaya Qur’ani bersama Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Sabtu, 16 November 2019, sejak pagi, kantor Kecamatan Karawaci sudah ramai oleh peserta workshop yang berasal dari Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) se-Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Acara yang dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Karawaci, Bapak Harsoyo, SE, ini berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 15.30 wib.

Bertindak sebagai narasumber adalah tim relawan dari Cahyaloka Foundation yang membagi kegiatan ini menjadi dua sesi, dimana sesi pertama membahas tentang peran wanita sebagai diri sendiri, sebagai istri dan juga sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Peserta diajak untuk memahami apa saja yang sesungguhnya dapat membuat seorang wanita menjadi bahagia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini.

Sesi kedua diisi dengan materi tentang pentingnya membangun budaya literasi di rumah sebagai upaya menghadirkan para pembelajar seumur hidup.

Termasuk didalam sesi dua juga dibahas berbagai teknik bercerita yang menyenangkan bagi anak, yang dapat membentuk kelekatan dan kehangatan diantara keduanya.

Diakhir sesi, beberapa peserta diberi kesempatan memberikan kesan pesannya atas kegiatan ini, dan Alhamdulillah sebagian besar menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi pengembangan diri mereka sebagai pribadi yang utuh. [gkw]

#TheArtOfHappyParenting
#RumahCahayaQurani
#KecamatanKarawaci
#workshopparenting
#gerakanliterasinasional
#storytelling
#parenting
#cahyaloka
#nazhiifsabuncucipiring

 

 

Lihat Juga

pelecehan seksual dan kekerasan seksual

Kekerasan Seksual dan Pelecehan Seksual Pada Anak Dapat Dicegah

Dalam kategori penyimpangan seksual, pedofilia ini masuk dalam kategori parafilia, yaitu penyimpangan seksual dimana obyek seksual yang diminatinya secara umum atau secara normal seharusnya tidak membuat seseorang memiliki hasrat seksual terhadap obyek tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *