Kesabaran Asma Dalam Mendampingi Zubair

Tak ada yang paling dibutuhkan dalam hidup ini selain kesabaran. Sabar adalah jalan menuju kemenangan. Dalam hadis disebutkan, Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ibnu Abbas;

…dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kemenangan seiring dengan kesabaran, kelapangan silih berganting dengan kesempitan, dan kesulitan silih berganti dengan kemudahan” (HR. Tirmidzi)

Memang, kesuksesan itu tidak mudah dicapai, tetapi harus ada kesungguhan, kerja keras dan kelelahan…kemudian kesabaran hingga akhir.

Inilah teladan kita semua, wahai para istri yang mulia. Inilah Asma’, putri Abu Bakar as-Shiddiq. Dia menikah dengan az-Zubair bin al-‘Awwam, seorang lelaki yang tidak memiliki harta dan pembantu, sebagaimana orang-orang Arab umumnya. Mari kita renungi salahsatu sesi kehidupan Asma bersama suaminya.

Dalam riwayat Bukhari, Asma’ berkata, “Zubair menikahiku sementara dia tidak memiliki harta apapun selain seekor kuda dan sebuah tempat air minum kudanya. Aku pernah memberi makan kudanya dan menuntuntnya, dan menumbuk makanan untuknya, serta mengikatkan timba di sumur (untuk mengambil air). Selain itu, aku juga membuat adonan roti dan menjunjung biji-bijian diatas kepalaku sejauh 1/3 farsakh (sekitar satu jam berjalan kaki).

Sungguh, diawal pernikahannya, Asma’ dan suaminya telah menjalani hidup yang sangat memprihatinkan. Memberi makan, menuntun dan mengambil makanan untuk kuda suaminya, serta mengadoni roti. Pasangan baru itu sama sekali tidak memiliki pembantu untuk sekedar membantunya mengurus kuda suaminya. Hingga pada suatu hari Abu Bakar (mertua suaminya) mengirim seorang pembantu – untuk membantunya mengurusi kudanya.

Betapa memprihatinkannya az-Zubair sebagai suami, dan betapa sabar serta gigihnya Asma’ sebagai istri, hingga Allah mengubah keadaan mereka. Dalam waktu beberapa tahun kemudian Allah membukakan rezeki dan kebaikan-Nya pada pasangan yang qana’ah ini. Keadaan pun berubah, hingga menurut riwayat al-Ashbahani akhirnya mereka memiliki seribu orang budak. Dan al-Hakim meriwayatkan harta mereka bertambah ribuan kali lipat.

Adakah kita termasuk pasangan yang tidak bersabar dalam menjalani kesulitan hidup berrumahtangga? Adakah kita terpaksa mengurus peliharaan dan tunggangan suami kita? Lihatlah diri kita dan lihatlah Asma’. Semoga Allah menjadikan kita termasuk istri yang qana’ah dan sabar mendampingi suami. Allahumma aamiin. [muslimahzone]

 

#perempuan

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Kriteria Keluarga Samara

CAHYALOKA.COM – Yang dimaksud dengan tipe keluarga samara adalah keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. …