Sabtu , 19 Oktober 2019

Anugerah bagi Pemuda yang Tunduk kepada Allah

“Dan, kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan jika matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu, itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya, kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (Q.S. al-Kahfi: 17)

Jika mengingat kembali kisah 7 pemuda yang diceritakan dalam surat al-Kahfi, kita pasti akan segera terbayang tentang gua dan sekelompok pemuda yang tertidur dalam waktu yang lama. Namun, di ayat ini, ada mukjizat lain yang Allah berikan kepada orang-orang yang menjaga keimanannya di tengah carut-marutnya lingkungan yang ada di sekitarnya saat itu.

Mereka bukanlah para nabi. Mereka hanya orang beriman yang hidup di masa ketika tidak ada nabi. Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang sudah tak kokoh lagi akidahnya. Bisa dibilang mereka hidup mirip seperti kita saat ini. Mereka hanya ingin mempertahankan keimanannya. Namun, orang-orang di sekelilingnya menentang hal tersebut, termasuk raja yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi di gua.

Ketika pemuda yang berada di gua ini bertahan dengan keimanan kepada Allah dan kembali kepada Allah, Allah memutuskan untuk membimbing mereka pada petunjuk yang tidak pernah kita duga-duga. Saat itu, mereka tidak didampingi oleh ulama, mereka belumlah berumur tua, mereka bukan pula mencapai tingkatan seseorang yang selalu dikabulkan doanya. Mereka hanya sekelompok pemuda yang sadar bahwa jalan yang benar tidak lagi mereka temukan di lingkungannya.

Namun, lihatlah cara Allah memberi pertolongan pada mereka. “Wataro syams ‘kemudian, kamu akan melihat matahari.’” “Idza tolaat ‘ketika terbit.’” “Tazaa waruan kahfihim daatal yamiin ‘membelok dari gua mereka ke sebelah kanan.’” Artinya, matahari tidak melewati gua tersebut, tetapi berbelok ke sebelah kanan agar sinarnya tidak masuk ke dalam gua.

“Jika matahari terbenam ‘takriduhum.’” “Akan membelok menjauhi mereka ‘qarada.’” Dalam bahasa Arab, itu berarti membantu. Matahari tersebut akan membantu mereka dengan membelok ke sebelah kiri. Dengan kuasa-Nya, Allah membelokkan matahari tersebut dari mereka sebab saat itu, mereka berada di dalam gua yang sangat luas. Seharusnya, jika berada di tempat luas seperti itu, matahari akan menerobos masuk. Namun, sungguh Allah telah menolong mereka dengan kekuasaan-Nya.

Apa yang terjadi pada sekelompok pemuda di gua tersebut? Kupikir hampir sama dengan kita. Mereka pemuda yang berusaha mempertahankan keimanannya di tengah mulai rusaknya akidah di sekitarnya. Kita pun begitu karena sudah banyak orang-orang yang mulai menyesatkan akidah-akidah kita dengan cara yang halus, bahkan terang-terangan sekalipun. Hanya pemuda-pemuda yang tetap kembali pada Allah-lah yang akan mendapat petunjuk-Nya. Jangan pernah ragu sebab kala Allah telah berkehendak memberikan petunjuk kepada kita, kita akan mendapatkan petunjuk itu.

Allah berkata, “Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk.” Setelah itu, Allah berkata lagi, “Dan, barang siapa yang disesatkan-Nya, kamu tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

Nukalibuhum data yamini wadatassimal  ‘apakah kamu tahu ketika tertidur kamu akan membolak-balikkan badanmu?’” Allah akan membimbing mereka ketika membolak-balikkan badannya. Membolak-balikkan sekian banyak orang dengan posisi yang tepat. Beginilah cara Allah akan membimbingmu. Allah akan membimbingmu, bahkan ketika kamu tertidur, jika kamu mematuhi-Nya. Surat dan ayat yang satu ini sungguh amat kuat. Ketika para pemuda kembali kepada Allah, dunia akan tunduk pada mereka. Segala yang ada di jagat raya akan tunduk pada mereka sebagaimana mereka tunduk pada Allah.

Cobalah kita pikirkan hal yang telah dijelaskan di atas. Pikirkan dan cari tahu arti  sebenarnya dari kembali kepada Allah. Cari tahu arti sebenarnya dari yang dimaksud dengan tunduk kepada Allah. [Wini Nurhanifah]

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Hikmah dari Keguguran

CAHYALOKA.COM – Musibah hilir mudik mendatangi manusia sebagai ujian terhadap keimanan seseorang. Salah satu ujian …

WhatsApp Kami