Senin , 25 Oktober 2021
maafkanlah

Maafkanlah Mereka

CAHYALOKA.COM – Menghadapi orang yang pernah bikin hancur perasaan kita memang bukan pekerjaan mudah ya teman-teman?

Bayangin saja, ini tuh kayak kita pas lagi lewat sebuah jalan gak ngerti apa-apa tiba-tiba ditonjok orang sampai bengep. Pas dikonfirmasi ternyata orang itu salah mukul dan minta maaf. Iya kali dia bisa balikin lagi muka kita gak bengep seketika. Enak banget urusan selesai dengan hanya minta maaf. Lah nyeri abis ditonjoknya saja seminggu belum tentu hilang? Ya gak?

Kurang lebih sama jugalah ya dengan kejadian-kejadian lain yang meski mungkin gak nonjok di muka, tapi nonjoknya ke hati. Nyerinya juga gak bisa gitu saja hilang. Karena kita ngerasa harga diri kita telah dipermainkan.

Apapun dan bagaimanapun kejadiannya, perasaan disakiti oleh seseorang itu gak akan mungkin bisa dilupakan. Sudah terekam dalam memori kita. Dan situasi ini jika tidak diatasi bagaikan ranjau yang ditanam untuk siap meledak kapanpun ketika pemicunya muncul. Akhirnya kita terjebak dalam lingkaran amarah yang tak disadari. Marahnya sama siapa imbasnya ke siapa.

Dan, kabar buruknya selama kita masih berada di lingkaran itu, kita hilang kesadaran alias saat kemarahan itu muncul. Sulit mengingat dari mana rasa amarah itu berasal sehingga ia terus mengendalikan kita dalam merespon berbagai situasi. Bawaannya kesel saja kalo ketemu sama hal-hal yang gak sesuai dengan yang kita mau.

Tapi, meskipun seluruh kejadian gak menyenangkan itu sudah terekam dalam memori, bukan berarti situasi itu udah gak bisa diapa-apain lagi. Memori tentang kejadiannya memang gak hilang, tapi kita sangat bisa mengatur rasa yang timbul pada memori itu agar bisa menjadi rasa yang lebih baik dan bikin kita nyaman.

Kita bisa banget ngubah rasa itu dengan “memaafkan!” Gak ada resep paling manjur selain itu kata Qur’an. Ada sedikitnya 5 ayat yang memerintahkan dan menganjurkan kita memberikan maaf jika ingin hidup dengan ampunan dan kasih sayang Allah Azza wa Jalla. Widiiih… cadas sih ini, siapa pulak yang gak mau hidup dengan dua jaminan itu? Cuma syaratnya ya itu… mau memaafkan!

Kata Bapak Fuad Nashori, seorang Psikolog dari Universitas Islam Indonesia, “memaafkan itu adalah penghentian rasa dendam, jengkel atau marah karena merasa disakiti atau didzalimi sekaligus proses menghidupkan sikap dan perilaku positif pada mereka yang menyakiti”.

Menurut Dr. Tyler VanderWeele dari fakultas kedokteran Harvard, ada dua macam bentuk perilaku memaafkan, yaitu Decisional Forgiveness dan Emotional Forgiveness.

Selengkapnya, yuk kita kupas satu persatu…
Selamat menyaksikan…

Lihat Juga

nau sehat perbaiki komunikasi

Mau Sehat, Perbaiki Komunikasi

Memiliki keterampilan berkomunikasi asertif bukan berarti membuat keinginan kita akan dipenuhi secara terus menerus oleh lawan bicara kita. Karena poinnya adalah pada terciptanya komunikasi yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *