Senin , 25 Oktober 2021
1000 hari pertama kehidupan

Hadiah Terbaik untuk Ananda: 1000 Hari Pertama Kehidupan

CAHYALOKA.COM – Pernahkah jumpa dengan anak-anak yang tak “mudeng-mudeng” jika dikasih tahu, atau yang mengalami obesitas? atau bahkan yang keliatan gak ceria seperti anak-anak seusianya?

Jika iya semoga kita bukan menjadi salah satu yang menyudutkan mereka dengan kondisi tersebut. Sebab, mungkin saja itu terjadi karena ada yang terlewat di masa 1000 hari pertama kehidupannya dulu.

Semua orangtua pasti ingin melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, bahagia dan berprestasi. Tapi mungkin tak semua orangtua memahami untuk bisa mencapai hal tersebut perlu adanya tindakan sejak 1000 hari pertama kehidupan sang anak.

Pentingnya mensosialisasikan wawasan tentang persiapan berumah tangga pada para pasangan muda yang akan menikah adalah titik awal dari semua cita-cita ini. Cita-cita memiliki generasi penerus yang sejahtera lahir-batin, yang pada akhirnya akan berujung pada terbangunnya masyarakat madani, gemah ripah loh jinawi dan rahmatan lil alamiin.

1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak 270 hari kehamilan (9 bulan) hingga 730 hari pertama kelahiran seorang anak (2 tahun). Masa ini dikenal juga dengan istilah masa emas (golden age).

Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa periode ini merupakan periode sensitif. Akibat yang ditimbulkan terhadap bayi karena tidak terpenuhinya berbagai kebutuhannya pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.

Jadi… setiap usaha yang dilakukan oleh orangtua dalam mengkondisikan 1000 hari pertama kehidupan anak-anaknya, sejatinya adalah hadiah terbaik yang akan bermanfaat tak hanya saat 1000 hari itu saja namun juga bahkan bermanfaat di sepanjang kehidupannya kelak.

Selengkapnya, yuk kita kupas satu persatu…
Selamat menyaksikan…

Lihat Juga

Cara Mudah Meningkatkan Imunitas Tubuh Dengan Altruisme

Cara Mudah Meningkatkan Imunitas Tubuh Dengan Altruisme

Beda altruisme dan people pleasure itu terletak di rasa nyaman/tidaknya saat melakukan tindakan tersebut. Kalau kita ingin membantu karena memang niat membantu maka rasa yang timbul adalah rasa yang nyaman. Tapi jika kita membantu karena ada perasaan takut terhadap penilaian orang lain, maka kita jadi tidak bebas dan merasa tak nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *