Kamis , 12 Desember 2019
Sanlat Literasi, Ramadhan 1439 H

Kepak Sayap Persaudaran Dalam Sanlat Literasi

CAHYALOKA.COM – Detik-detik langkah kaki gemuruh kaum Muhajirin memasuki kota Madinah membuat jantung kaum Anshor berdetak hebat saking menahan haru dan gembiranya. Dihadapan mereka akan datang saudara-saudara se-iman yang lekat hubungannya melebihi niat persaudaraan apapun yang ada di muka bumi ini. Sudah tahu lanjutannya kan? Bagaimana mereka memberikan kebutuhan sandang, pangan dan papan terbaik yang mereka miliki tanpa syarat dan ketentuan berlaku.

Kisah indah ini terus membekas dan meninggalkan peringatan besar bagi umat Muslim, bahwa sahnya semua Muslim di muka bumi ini saling bersaudara dan mendukung satu sama lain tanpa melihat asal, suku, golongan dan kedudukan sosial yang mereka miliki. Karena misi besar ajaran ini adalah menebar rahmat untuk semesta alam dan se-isinya. Bilal yang seorang budak dan berasal dari negri yang jauh dari tempat tinggal Rasulullah Saw. tetap berhak menyatakan kebebasannya untuk beriman hingga Abu Bakar tak segan menebus kemerdekaannya dengan harga yang mahal sekalipun demi membuktikan bentuk ‘persaudaraan’ sesungguhnya yang berlaku dalam islam.

Seminggu yang lalu, kembali nuansa persaudaraan ini hadir dalam kesyahduan kegiatan Sanlat Literasi di taman baca Cahyaloka. Boleh dibilang, kegiatan ini adalah cara Allah Azza wa Jalla memberi pesan bahwa rasa persaudaran itu masihlah ada di tengah keramaian hiruk pikuk kesenjangan antar golongan yang terjadi hari ini. Ketika satu sama lain mengklaim kelompoknya yang terbaik dalam memaknai ajaran yang penuh dengan cinta ini, maka itu sama sekali tidak terjadi pada kegiatan Sanlat Literasi di Ramadan 1439 H. Justru kegiatan tersebut dapat terlaksana karena Allah Azza wa Jalla menggerakkan hati-hati mulia para pendukung kegiatan sanlat dalam ruh persaudaraan sesama Muslim yang telah lama dirindukan.

Tidak lebih dalam waktu seminggu, Allah Azza wa Jalla mampukan seluruh kebutuhan kegiatan ini terpenuhi termasuk didalamnya tim pendukung yang dengan ikhlas tak meminta bayaran untuk membantu pelaksanaan acara dari awal hingga akhir. Yang lebih luar biasa lagi, kegiatan ini didukung oleh lintas generasi. Dari yang muda bergelora hingga mereka yang penuh kematangan pengalaman hidup namun tetap bersahaja dan bersemangat untuk terus berbagi.

Sebut saja sahabat-sahabat muda alumni Poltek Universitas Indonesia (UI) dengan komunitas KURMAnya. Ayah-Bunda pejuang sedekah nasi Jum’at Kota Depok yang terus bergerak menghimpun bantuan dalam senyap. Ayah-Bunda Alumni SMA 4 Jakarta (angkatan 79) yang tak pernah berhenti sibuk berbagi pada anak-anak hebat Indonesia. DKM Masjid Raudlatul Mu’minin Perum Griya Lembah Depok yang dengan penuh kasih terhadap peserta Sanlat merelakan aula masjid sebagai tempat kegiatan. Juga tak luput kakak-kakak dari komunitas Forum Lingkar Pena Depok (FLP Kota Depok) yang telah turut menggagas materi literasi untuk kegiatan ini. Belum lagi dukungan tambahan dari para penyumbang takjil misterius yang tak ingin namanya disebut-sebut sebagai pendukung kegiatan ini. Semua bergerak dalam harmonisasi ukhuwah yang indah.

Tentu saja masing-masing komunitas yang telah mendukung kegiatan ini memiliki ciri khas masing-masing dalam menterjemahkan ‘makna berbagi’ sesuai dengan pemahamannya. Namun yang membuat kegiatan ini terasa hidup dan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah bahwa ciri khas yang penuh dengan warna ini melebur menjadi satu tanpa merasa makna berbagi milikinya yang paling sempurna. Semuanya telah menyatu untuk dapat memberikan yang paling terbaik bagi anak-anak dhuafa hebat peserta sanlat agar kelak ‘hadiah silaturahmi’ yang dikemas dalam kegaiatan sanlat ini dapat menjadi energi baru bagi anak-anak dengan pesan bahwa dengan mempererat ukhuwah maka segalanya akan lebih mudah dan menenangkan meskipun harus melampaui situasi yang sulit sekalipun.

Seharian penuh anak-anak mengikuti materi sanlat dalam situasi cuaca yang cukup menyengat tentu bukan hal yang mudah. Belum lagi harus menahan kantuk yang luar biasa ditengah-tengah padatnya materi mengenai literasi. Namun semuanya dapat tertangani dengan adanya kekompakkan kakak-kakak mentor dari KURMA yang dengan sigap segera mengalihkan rasa kantuk dan lelah para peserta dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan.

Akhir kata, kegiatan sanlat tahun ini memiliki kesan yang mendalam karena begitu banyaknya pihak yang ingin terlibat berbagi membahagiakan anak-anak peserta sanlat yang berasal dari Yayasan Budi Bangsa, Kampung Cipayung dan juga Kampung Pemulung yang tinggalnya disekitar taman baca Cahyaloka. Dengan adanya semangat persaudaraan sesama Muslim yang kental pada kegiatan kali ini, maka bukanlah hal yang mustahil jika suatu saat nanti negri ini akan kembali merekat dalam persatuan dan kesatuan yang lestari. Wallahu’alam

Jazakumullah khoyron katsiron untuk semua dukungan dari berbagai pihak atas tereselenggaranya kegiatan #SanlatLiterasi 1439 H. Semoga semangat persaudaraan ini menjadi saksi dihadapanNya bahwa kita semua sangat ingin kelak dikumpulkan bersama-sama di yaumil hisab sebagai saudara yang saling tolong-menolong dalam kebaikan dan dibariskan pada barisan umat Rasulullah Saw. yang turut mendapat syafaatnya. Aamiin Ya Mujibasailin. Salam Ukhuwah! (gkw)

 

 

Sanlat Literasi, Ramadhan 1439 H [27 Mei 2018]

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Kelas Literasi Anak Depok Sesi III

Mengenal Skenario dan Vlog bersama Kelas Literasi Anak Depok

CAHYALOKA.COM – Tidak terasa 1 Desember 2018 kemarin adalah penyampaian materi terakhir dalam #KelasLiterasiAnakDepok. Pada …

WhatsApp Kami