Senin , 17 Januari 2022

Mental Health Awareness, Kesadaran Yang Jarang Diperhatikan Di Masa Pandemic Terutama Dalam Era Digital Ini


Body health atau kesehatan tubuh adalah prioritas kebanyakan orang dalam merawat diri. Bagi sebagian orang amat focus pada kesehatan tubuhnya, meskipun tidak sedikit juga orang yang bersikap sebaliknya. Tapi tahukah reader?, selain kesehatan tubuh, kita sebagai insan juga patut peduli terhadap kesehatan mental. Karena mental atau jiwa juga merupakan bagian dari diri kita yang halus sifatnya. Dan faktanya saat ini banyak orang yang tidak sadar dan kehilangan akal sehat atau kesehatan mentalnya terutama di era pandemic dan terlebih lagi era digital ini.


Pernyataan tersebut terbukti dari banyaknya kasus kejahatan yang terjadi. Motif penyebab dibaliknya juga merujuk kepada dampak berkesinambungan atas minimnya perhatian terhadap kesehatan mental manusia. Beberapa di antara pesakitan mental memilih jalan kekerasan bahkan tidak sedikit memilih jalan mengakhiri hidupnya sendiri. Banyak contoh kasus, salah satunya seperti yang diulas dalam media Pikiran Rakyat pada bulan agustus lalu tentang Kasus Bunuh Diri Akibat Depresi di Sukabumi, Psikolog : Bermuara karena Dampak Pandemi Corona, didalamnya menyebutkan “sebagian besar korban bunuh diri karena alasan depresi. Karena tidak mampu mengendalikan diri karena himpitan ekonomi, akhirnya mereka memilih secara tragis, bunuh diri,” kata ketua Tim Lembaga Konseling, Kesejahteraan dan Keluarga (LK3) Sukabumi, Joko Kristianto . Dari sini, dapat dinyatakan minimnya kesehatan mental dan factor ekonomi seringnya menjadi masalah kompleks masyarakat era ini.


Menurut data didapati angka kemiskinan masyarakat Indonesia semakin menaik dalam masa pandemic ini. Mulai dari kalangan bawah hingga atas. Di masa ini juga tuntutan gaya hidup yang disuguhkan dunia digital semakin meningkat. Di tengah krisis yang melanda sebagian orang, dunia digital seakan memaksa orang untuk terus terlibat didalamnya, mulai dari system pendidikan yang berganti kiblat, dari metode konvensional menjadi metode daring. Selain itu tuntutan kebutuhan informasi masyarakat . Hingga aktifitas harian masyarakat dari melakukan pertemuan hingga aktifitas jual beli yang kini serba digital, dan masih banyak hal lainnya.
Di tengah situasi ini, yang menjadi miris adalah ketika zaman menuntut kita berubah tetapi kita tidak siap menerimanya. Di tambah fenomena sikap konsumtif yang perlahan membudaya. Setiap waktunya banyak produsen suatu barang—gawai pintar misalnya—rutin merilis produk terbarunya, menggiring pelaku konsumtif berlomba-lomba mencapainya, yang tanpa disadari juga berdampak pada kesehatan mental. Yang pada kenyataannya tuntutan gaya hidup zaman ini dengan keadaan yang dialami orang kebanyakan adalah berbanding terbalik. Segala macam iklan dan pentas dunia digital menyuguhkan sesuatu yang nampak menggiurkan yang pada kenyataannya bisa saja merugikan.


Mari kita ambil sebuah amanat dari film pendek the neighbour windows pemenang amy award garapan sutradara. Yang apabila kita terjemahkan dalam situasi ini, jendela tetangga bisa berganti makna, bukan sekedar jendela dalam artian sesungguhnya namun jendela bisa berpindah makna menjadi layar gawai digital kita semua. Di dalam layar gawai, kita seperti sedang melihat kedalam jendela kehidupan orang lain. Menyaksikan banyak hal yang dimiliki orang lain namun tidak kita miliki. Yang tanpa disadari memunculkan penyakit mental yang samar dan sukar terdeteksi, yang kemudian dampaknnya bisa merusak kehidupan dan diri kita sewaktu waktu.


Kesehatan mental pada kenyataannya merupakan tanggung jawab kita semua sebagai makhluk social untuk terus saling mengingatkan dan membangun lingkungan ramah kesehatan mental. Menjadikan diri sebagai agen peduli kesahatan mental. Dengan memperkaya edukasi tentang kesehatan mental untuk pribadi dan terus menyiarkan informasi kesehatan mental melalui apa saja dan dalam ranah mana saja. Membangun kepedulian kesehatan mental ditengah lingkungan kita, bisa di mulai dari antar anggota keluarga, hingga antar komunitas kita. Begitu juga pemerintah diharapkan mampu menyediakan layanan kesehatan dan penanganan yang memadai bagi pesakitan mental.

Semoga bermanfaat, dan semoga sehat dan semangat selalu.

Penulis : Fikri Kemal Pasya

Lihat Juga

“Kudapan Lezat Ini Ampuh Menjaga Daya Tahan Tubuh Di Tengah Pandemic , Berikut Resepnya. “

   Di tengah pandemi covid-19 ini, daya tahan tubuh yang baik sangat diperlukan untuk menjaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *