Rabu , 20 Februari 2019
tarhib ramadhan

Spirit Of Love di Tarhib Ramadhan

CAHYALOKA.COM Sejak diputuskan oleh sidang isbat Kementrian Agama Republik Indonesia bahwa 1 Ramadhan tahun ini dimulai pada tanggal 6 Juni 2016, maka seluruh Umat Islam Bangsa Indonesia mempersiapkan diri untuk berpuasa di tanggal tersebut dengan ditandai pelaksanaan shalat tarawih pada Ahad malam, tanggal 5 Juni 2016. Namun demikian, seminggu sebelum sidang isbat ditetapkan, perihal kegembiraan menyambut Ramadhan ini telah dimulai dengan diadakannya berbagai rangkaian kegiatan yang biasa kita kenal sebagai “Tarhib Ramadhan”.

Kata Tarhib sendiri berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban. Secara etimologis (bahasa), kata tarhib berasal dari fi’il “ra-hi-ba, yarhabu, rahbun” yang berarti luas, lapang dan lebar. Dan selanjutnya menjadi fi’il “rahhaba, yurahhibu, tarhiban” yang mengandung arti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan, kelebaran dan keterbukaan hati (Kamus al-Munawwir). Menurut Kamus Al-Munjid (Kamus Besar Bahasa Arab), marhaban berasal dari akar kata rahib (ra-ha-ba) yang artinya menyambut.

Jika menelusuri pengertian yang mendalam arti dari kata “Tarhib” yang merupakan sebuah penyambutan dengan hati yang terbuka dan lapang, maka sesungguhnya dalam kegiatan ini telah tersirat semangat cinta luar biasa terhadap kedatangan bulan suci Ramadhan. Begitu istimewanya bulan ini, hingga siapa saja yang pernah merasakan kenikmatannya tak akan mau melewatkannya dengan sia-sia bahkan sejak beberapa saat sebelum Ramadhan itu sendiri dimulai.

Menyebarkan Spirit Of Love Ramadhan melalui penyambutan awal yang istimewa kepada anak-anak sangatlah penting agar anak mampu memahami mengapa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi Umat Muslim. Karena, pada bulan ini anak-anak akan melewati hari-hari bermain dan belajarnya tanpa makan dan minum sejak subuh hingga maghrib.

Kondisi ini tentu tidak mudah bagi anak-anak yang setiap hari memiliki aktivitas tinggi. Namun, dengan memperkenalkan keutamaan serta kemuliaan ramadhan sedini mungkin, konsep tentang menahan lapar, haus dan menjaga kesabaran pada saat mereka beraktifitas di bulan Ramadhan, akan lebih dapat diterima dan bahkan menumbuhkan antusiasme dalam pelaksanaannya.

Menyambut Ramadhan dengan istimewa tidak selalu harus dengan cara mengeluarkan biaya yang besar. Banyak hal sederhana yang bisa kita (baca: orang tua) lakukan untuk memperkenalkan Ramadhan kepada anak-anak kita dengan cara yang menyenangkan. Berikut beberapa alternatif kegiatan “Tarhib Ramadhan” yang bisa kita lakukan bersama anak-anak:

1. Melalui Cerita

Dengan menceritakan kisah-kisah seputar apa dan bagaimana Ramadhan dijalankan pada zaman Rasulullah Saw. dan atau sesudahnya, dapat membantu anak memahami alasan utama mengapa ia harus menjalankan ibadah puasa meskipun sedang melakukan aktivitas seperti saat sedang tidak berpuasa.

2. Membuat Rencana Kegiatan

Melibatkan anak-anak merancang kegiatan apa saja yang akan dilakukan di bulan Ramadhan, menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab, mandiri dan juga mengasah kreatifitas secara maksimal. Untuk mendukung rancangan kegiatan selama Ramadhan, salah satunya bisa dengan menghadiahkan anak-anak agenda Ramadhan menarik yang bisa dicetak sendiri di rumah:
https://drive.google.com/file/d/0Bz2NR4kS5DcHQnlQeEtTVi1fT00/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0B5tRTS-FDOAmb3JzNXE4M0djcEU/view
https://drive.google.com/file/d/0B5tRTS-FDOAmVXhuQXRuUUdtYTg/view

3. Membersihkan Rumah Bersama

Layaknya akan kedatangan tamu istimewa, membersihkan rumah untuk menyambut Ramadhan bersama-sama juga bisa menjadi alternatif “Tarhib Ramadhan” yang menyenangkan. Kita dapat menentukan dan mempersiapkan beberapa sudut rumah yang di tata ulang dengan menarik, sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai aktivitas selama Ramadhan. Hal ini akan ikut membantu anak-anak merasakan ke-spesial-an Ramadhan.

4. Memantapkan Niat

Niat yang merupakan syarat utama dalam seluruh ibadah memegang peranan penting pada ibadah puasa di bulan Ramadhan. Karena puasa yang dijalankan tanpa niat, akan sia-sia dan tak terhitung pahala puasa wajib Ramadhannya. Oleh sebab itu, dengan mengajarkan dan menghafalkan niat puasa sebelum Ramadhan tiba dapat menjadi penyambutan awal yang baik bagi kegiatan “Tarhib Ramadhan”. Sebagai tambahan, agar anak-anak lebih cepat hafal, niat dan doa buka puasa bisa di tulis pada karton/kalender bekas yang belakangnya masih bisa ditulis, lalu diwarnai atau diberi hiasan menarik bersama-sama dan di tempel.

Agar seluruh kegiatan berjalan efektif, maka Spirit Of Love Ramadhan  yang akan kita tularkan harus terlebih dahulu kita miliki. Karena tanpa adanya spirit itu dalam diri kita, jangan terlalu banyak berharap anak-anak akan dapat memaknai Ramadhan sebagai momen yang spesial dalam hati mereka.  [gkw]

 

#Literasi

Reaksi anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Lihat Juga

Kak Galuh dan Bunda Elly Farida

Bersama Bunda Elly Farida, Berjama’ah Seperti Semut

Jargon-jargon seperti Kota Layak Anak, Sekolah Ramah Anak, dan bahkan sampai pada RW Ramah Anak patut diperjuangkan dengan kesungguhan dan kesinergian agar tak hanya terlihat "ramah" sebagai predikat semata tanpa bukti yang mendukung.